sejawat indonesia

Iris Freckles Merupakan Biomarker Potensial Untuk Kerusakan Kronis Mata

Bintik-bintik iris: terjadi pada sekitar 60% dari semua individu yang merupakan lesi iris melanositik yang paling umum. Istilah "bintik iris" tidak sama dengan definisi dermatologis dari "bintik-bintik", yang menamakan sekelompok melanosit dengan menghasilkan lebih banyak granul melanin. Jumlah melanosit dalam bintik-bintik kulit tidak meningkat. Bintik-bintik tersebut tampak seperti koloni atipikal yang tersebar di permukaan iris dan memiliki variasi fungsi dalam mensintesis pigmen. Meskipun sering terjadi pada orang dewasa, hanya sedikit yang saat ini diketahui tentang asal mula bintik-bintik iris. Berbeda dari iris nevi yang merupakan penyakit kongenital yang disebabkan oleh akselerasi melanositik selama embriogenesis, bintik-bintik iris lebih sering terlihat pada orang tua daripada pada orang dewasa muda. Meski tidak ganas, bintik hitam tersebut bisa menunjukkan adanya atau risiko terkena penyakit mata seperti katarak atau degenerasi makula. Sebagian besar diamati pada pasien lanjut usia. Berdasarkan sebuah penelitian yang telah diterbitkan di jurnal Investigative Ophthalmology & Visual Science, terhadap lebih dari 600 perenang di kolam renang umum Styria, Austria yang memiliki bercak di bagian iris mengisi kuesioner mengenai kebiasaan mereka terhadap perlindungan sinar matahari dan karakteristik perilaku di bawah sinar matahari. Para peneliti menemukan bahwa perkembangan bintik-bintik pada bagian iris berkorelasi dengan pertambahan usia, banyaknya jumlah paparan sinar matahari dan riwayat sengatan sinar matahari yang berat mengakibatkan kulit melepuh. Hasilnya juga menunjukkan bahwa orang yang memiliki mata bewarna gelap dan orang yang sering melakukan kebiasaan perlindungan terhadap sinar matahari, seperti menggunakan tabir surya, cenderung tidak memiliki bintik. Bintik-bintik merah juga merupakan percepatan melanosit yang mengandung butiran melanin besar pada permukaan iris anterior superfisial, yang merupakan salah satu daerah tubuh yang paling banyak terpapar sinar matahari. Jumlah bintik-bintik iris terendah ditemukan di kuadran nasal superior, yang merupakan kuadran yang terpapar sinar matahari, dibayangi oleh hidung dan pelek orbital. Evaluasi bintik-bintik yang dilakukan pada iris bisa membantu memahami peran sinar matahari di beberapa penyakit oftalmologis.  
Sumber:
Arvo (The Association for Research in Vision and Ophtalmology) Journals.
Christoph Schwab, Christoph Mayer, Iris Zalaudek, Regina Riedl, Markus Richtig, Werner Wackernagel, Rainer Hofmann-Wellenhof, Georg Richtig, Gerald Langmann, Lisa Tarmann, Andreas Wedrich, Erika Richtig. Iris Freckles a Potential Biomarker for Chronic Sun Damage. Investigative Opthalmology & Visual Science, 2017; 58 (6): BIO174 DOI: 10.1167/iovs.17-21751
http://iovs.arvojournals.org/article.aspx?articleid=2644236
Tags :
Artikel sebelumnya5 Vitamin Terbaik Penghilang Stres
Artikel selanjutnyaPenanda Genetik yang Bisa Mengungkap Masa Kematian Manusia

Event Mendatang

Komentar (0)
Komentar

Log in untuk komentar