sejawat indonesia

Kaitan Antara Uban dengan Sistem Kekebalan Tubuh

Hilangnya pigmentasi rambut atau uban dikaitkan dengan aktivasi sistem kekebalan tubuh bawaan pada tikus. Sebuah penilitian yang dilakukan pada tikus memberikan penjelasan mengapa pada beberapa orang warna rambut bisa berubah menjadi abu-abu. Hal ini bisa berupa respon terhadap penyakit serius atau stres yang kronis. Para peneliti di National Institutes of Health dan University of Alabama, Birmingham telah menemukan hubungan antara gen yang berkontribusi terhadap warna rambut dan gen yang memberitahu tubuh kita tentang infeksi patogen. Penelitian ini telah terbit pada tanggal 3 Mei 2018 di open access jurnal, PLOS Biology. Ketika tubuh diserang oleh virus atau bakteri, sistem kekebalan tubuh bawaan mulai bekerja. Semua sel memiliki kemampuan untuk mendeteksi benda asing dan merespon dengan cara memproduksi molekul pemberi sinyal yang disebut dengan interferon. Interferon memberi sinyal ke sel lain untuk mengambil tindakan dengan mengaktifkan ekspresi gen yang menghambat replikasi virus, mengaktifkan sel efektor imun dan meningkatkan pertahanan host. Kaitan antara pigmentasi rambut dan regulasi imun bawaan awalnya memang agak mengejutkan. Menurut Mellisa Harris, seorang asisten profesor Departemen Biologi di University of Alabama at Birmingham menjelaskan bahwa alat genomik memungkinkan kita untuk menilai bagaimana semua gen dalam genom kita mengubah ekspresi mereka dalam kondisi yang berbeda, dan kadang-kadang mereka berubah dengan cara yang tidak kita antisipasi. Para peneliti tertarik pada gen yang mempengaruhi bagaimana sel induk dipertahankan dari waktu ke waktu. Mereka meneliti uban disebabkan karena uban mudah untuk dibaca dari disfungsi sel induk melanosit. Sel induk melanosit sangat berpengaruh terhadap warna rambut karena menghasilkan melanosit yang berperan dalam membuat dan menyimpan pigmen ke dalam batang rambut. Dalam hal ini, sebuah kaitan tidak terduga ditemukan antara rambut beruban, faktor transkripsi MITF (Microphthalmia-Associated Transcription Factor), dan kekebalan bawaan. MITF dikenal karena perannya dalam mengatur banyak fungsi dalam melanosit. Namun para peneliti juga menemukan bahwa MITF juga berfungsi untuk menjaga respon interferon melanosit. Jika kontrol MITF terhadap respon interferon hilang dalam sel induk melanosit, maka hasilnya rambut akan berubah menjadi keabuan atau beruban. Hal ini berarti gen yang mengontrol pigmen rambut dan kulit juga bekerja untuk mengendalikan sistem kekebalan tubuh bawaan atau turunan. Jika sinyal imun bawaan diaktifkan secara artifisial pada tikus yang memiliki kecenderungan untuk mendapatkan uban, maka jumlah uban juga akan meningkat.  
Sumber: Science Daily. Konten telah diedit untuk panjang dan gaya penulisan
Jurnal: A direct link between MITF, innate immunity, and hair graying. (10.1371/journal.pbio.2003648)
Tags :
Artikel sebelumnya5 Vitamin Terbaik Penghilang Stres
Artikel selanjutnyaKaitan Depresi dengan Masalah Memori dan Penuaan pada Otak

Event Mendatang

Komentar (0)
Komentar

Log in untuk komentar