sejawat indonesia

Mengenal Dengan Jelas Tentang Kanker Payudara

Kanker payudara adalah salah satu kanker yang paling sering didiagnosa pada perempuan di seluruh dunia, dan merupakan salah satu penyebab kematian akibat kanker yang paling sering pada wanita. Menurut WHO, di seluruh dunia terdapat 1,38 juta kasus baru dan 458.000 kematian akibat kanker payudara setiap tahunnya. Di Indonesia, kanker payudara adalah kasus kanker terbanyak yang mengenai perempuan, yaitu 48.998 kasus.

Mayoritas dari kematian yang disebabkan oleh kanker payudara terjadi di negara-negara berpenghasilan rendah dan sedang di mana kebanyakan wanita dengan kanker payudara yang didiagnosa pada stadium lanjut, kebanyakan dikarenakan oleh kurangnya kesadaran akan pentingnya deteksi dini dan juga keterbatasan dalam pelayanan kesehatan.

Apa Itu Kanker Payudara?

Kanker payudara adalah sebuah penyakit di mana sel-sel pada payudara bertumbuh secara tidak teratur. Terdapat beberapa jenis kanker payudara, bergantung pada sel mana pada payudara yang berubah menjadi kanker.

Payudara terdiri dari tiga bagian utama: lobulus, saluran, dan jaringan ikat. Lobulus adalah kelenjar yang memproduksi ASI. Saluran adalah tuba yang membawa ASI ke puting. Dan jaringan ikat (yang terdiri dari jaringan fibrosa dan jaringan lemak) mengelilingi dan menjaga struktur-struktur yang ada. Kebanyakan dari kanker payudara berasal dari saluran atau lobulus.

Kanker payudara dapat menyebar ke jaringan luar payudara melalui pembuluh darah dan pembuluh limfe, hal ini dikenal dengan istilah metastasis.

Faktor Risiko

Penelitian menunjukkan bahwa kanker payudara terjadi akibat kombinasi dari beberapa faktor risiko. Faktor risiko utama yang mempengaruhi adalah jika Anda berjenis kelamin perempuan, dan bertambahnya umur. Kebanyakan kanker payudara ditemukan pada perempuan dengan umur 50 tahun ke atas.

Beberapa faktor risiko untuk kanker payudara yaitu:

  • Bertambahnya umur. Risiko dari kanker payudara bertambah seiring bertambahnya umur; kebanyakan dari kanker payudara ditemukan setelah umur 50 tahun.
  • Mutasi Gen. Perubahan atau mutasi gen tertentu yang diturunkan, seperti BRCA1 dan BRCA2. Perempuan yang memiliki perubahan pada gen ini, mempunyai risiko yang lebih tinggi untuk kanker payudara dan ovarium.
  • Menstruasi yang lebih awal. Perempuan yang memulai menstruasinya sebelum umur 12 tahun akan terpapar hormon lebih lama, yang kemudian akan meningkatkan risiko untuk terkena kanker payudara.
  • Kehamilan yang terlambat, atau tidak pernah hamil. Mendapatkan kehamilan pertama setelah umur 30 tahun dan/atau tidak pernah hamil sampai cukup bulan dapat meningkatkan risiko kanker payudara.
  • Mulai menopause di umur lebih dari 55 tahun. Sama halnya dengan memulai menstruasi lebih awal, paparan terhadap hormon estrogen untuk waktu yang lebih lama pada masa lanjut juga meningkatkan risiko terkena kanker payudara.
  • Tidak aktif secara fisik. Perempuan yang tidak aktif secara fisik mempunyai risiko yang lebih tinggi untuk terkena kanker payudara.
  • Menggunakan terapi hormon kombinasi. Mengonsumsi hormon untuk menggantikan ketiadaan estrogen dan progesteron dalam tubuh saat menopause selama lebih dari lima tahun akan meningkatkan faktor risiko kanker payudara. Hormon-hormon ini terbukti meningkatkan faktor risiko saat dikonsumsi bersamaan.
  • Menggunakan kontrasepsi oral (pil KB). Beberapa jenis dari kontrasepsi oral telah terbukti meningkatkan risiko kanker payudara.
  • Riwayat penyakit kanker terdahulu. Perempuan yang pernah mengidap kanker payudara sebelumnya lebih besar kemungkinannya untuk mengidap kanker payudara untuk kedua kalinya.
  • Riwayat penyakit non-kanker pada payudara sebelumnya. Beberapa penyakit payudara non-kanker seperti hiperlasia atipikal atau karsinoma lobular in situ dikaitkan dengan risiko yang lebih tinggi untuk terkena kanker payudara.
  • Riwayat keluarga dengan kanker payudara. Risiko seorang perempuan untuk mengidap kanker payudara jika mempunyai ibu, saudara perempuan, atau anak perempuan yang pernah mengidap kanker, atau terdapat beberapa keluarga dari pihak ibu atau bapaknya yang pernah mengidap kanker. Mempunyai saudara kandung laki-laki yang mengidap kanker payudara juga meningkatkan risiko seseorang untuk terkena kanker payudara.
  • Riwayat terapi radiasi. Perempuan yang pernah mendapatkan terapi radiasi pada dada atau payudara sebelum usia 30 tahun mempunyai risiko yang lebih tinggi untuk kanker payudara.
  • Riwayat konsumsi obat diethylstilbestrol (DES), yang diberikan kepada beberapa perempuan hamil di Amerika Serikat antara tahun 1940 sampai 1971 untuk menghindari abortus, juga memiliki faktor risiko yang tinggi. Perempuan yang ibunya dulu mengkonsumsi obat ini pada saat sedang mengandung dirinya, juga memiliki risiko yang lebih tinggi terkena kanker payudara.
  • Konsumsi alkohol. Penelitian menunjukkan bahwa risiko perempuan untuk terkena kanker payudara meningkat sejalan dengan makin banyaknya alkohol yang ia minum.
  • Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa faktor-faktor lain seperti kebiasaan merokok, terpapar oleh bahan kimia yang dapat menyebabkan kanker, dan bekerja pada malam hari juga dapat meningkatkan risiko terkena kanker payudara.
Anatomi Payudara

Anatomi Payudara

 

Kapan Anda Harus Ke Memeriksakan Diri Ke Dokter

Kanker payudara terkadang sulit untuk terdeteksi pada stadium awal. Namun beberapa gejala yang patut diwaspadai yaitu:

  • Benjolan pada payudara atau di ketiak.
  • Penebalan atau pembengkakan pada bagian payudara.
  • Iritasi atau lesung pada kulit payudara.
  • Kemerahan atau kulit yang terpecah-pecah pada area putting atau payudara.
  • Tertariknya putting atau nyeri pada daerah puting.
  • Keluarnya cairan yang bukan ASI dari payudara, termasuk darah.
  • Perubahan pada ukuran atau bentuk drai payudara.
  • Nyeri pada area manapun pada payudara.

Walau begitu, harus diingat bahwa gejala-gejala tersebut dapat terjadi pada kondisi selain kanker payudara. Walau begitu, jika salah satu atau lebih gejala seperti di atas muncul, Anda sebaiknya memeriksakan diri ke dokter. Banyak benjolan pada payudara yang tidak berbahaya, namun hal itu hanya dapat ditentukan oleh dokter.

Terdapat beberapa modalitas untuk mendiagnosis kanker payudara. Modalitas yang paling sering digunakan untuk menganalisis benjolan pada payudara adalah pemeriksaan klinis payudara, mammografi, MRI dan USG  payudara, dan juga biopsi.

Pemeriksaan fisis klinis biasanya dilakukan secara rutin saat check-up. Pemeriksaan ini juga merupakan pemeriksaan awal jika dokter mendeteksi adanya kelainan pada payudara. Jika terdapat benjolan, dokter akan mencatat ukuran, lokasi, dan karakteristik dari benjolan.

Mesin mammografi adalah alat yang menggunakan X-ray untuk membuat gambaran dari payudara, di mana kelenjar lemak akan terlihat gelap dan jaringan ikat akan tampak lebih terang. Hal ini kadang membuat tumor yang juga tampak putih pada mammograf sulit untuk terdeteksi.

MRI dan USG payudara jarang digunakan. Dokter juga biasanya meminta pemeriksaan biopsi,menggunakan jarum halus untuk mengambil sedikit dari jaringan benjolan, dan tipe jaringannya kemudian akan dianalisa lebih lanjut di bawah mikroskop.

Pencegahan dan Penekanan Risiko Terkena Kanker Payudara

Jika Anda merasa memiliki faktor risiko untuk terkena kanker payudara, membuat perubahan dalam keseharian Anda dapat membantu untuk mengurangi risiko Anda untuk terkena kanker payudara. Anda dapat mencoba beberapa hal ini:

  • Mintalah skrining payudara pada dokter Anda. Diskusikanlah dengan dokter Anda mengenai skrining payudara dan pemeriksaan yang tersedia. Bicarakan juga mengenai keuntungan dan risiko dari skrining. Bersama-sama, Anda dan dokter dapat menentukan skrining kanker payudara mana yang tepat untuk Anda.
  • Kenali payudara anda melalui pemeriksaan SADARI, atau Pemeriksaan Payudara Sendiri. Jika seorang perempuan mengenali payudaranya dengan baik, maka dengan mudah juga berbagai kelainan atau perubahan pada payudara dapat terdeteksi.
  • Mengurangi atau tidak minum alkohol sama sekali.
  • Tingkatkan aktivitas fisik dengan cara berolahraga beberapa kali dalam seminggu, dengan durasi minimal 30 menit tiap kali berolahraga.
  • Batasi terapi hormon post-menopause. Beberapa perempuan menopause menunjukkan gejala yang mengganggu saat menopause, dan bagi mereka risiko yang sedikit meningkat untuk mengidap kanker payudara dapat ditoleransi untuk mengatasi gejala menopause mereka. Jika Anda berada dalam kondisi seperti ini, mintalah dosis paling rendah dari terapi hormon dan gunakan dalam waktu sesingkat mungkin.
  • Menjaga berat badan ideal.
  • Konsumsi makanan yang bergizi. Pilihlah bahan makanan yang rendah lemak, atau mengandung lemak yang baik seperti minyak zaitun, dibanding dengan mentega atau minyak lainnya, atau pilihlah ikan dibanding daging merah.

Jika dokter Anda telah memeriksa segala faktor risiko yang Anda miliki dan kemudian menyimpulkan bahwa Anda memiliki faktor risiko yang tinggi, pilihan yang dapat Anda pertimbangkan untuk mengurangi faktor risiko, termasuk:

  • Pengobatan preventif (kemopreventif). Obat-obatan yang mengahalau estrogen dapat membantu mengurangi risiko kanker payudara. Aromatase inhibitor juga telah menunjukkan janji untuk mengurangi faktor risiko kanker payudara pada perempuan dengan risiko tinggi. Obat-obatan tersebut mempunyai efek samping dan keuntungan yang sebaiknya didiskusikan terlebih dahulu dengan dokter Anda.
  • Operasi preventif. Perempuan dengan risiko yang sangat tinggi terhadap kanker payudara dapat memilih untuk mengangkat payudaranya yang sehat sebagai pencegahan untuk kanker payudara di kemudian hari (mastektomi profilaksis).

Jika Anda Terdiagnosa Mengidap Kanker Payudara

Sama halnya dengan pemeriksaan, tatalaksana dan terapi dari kanker payudara juga terdiri dari banyak modalitas terapi. Dokter Anda akan membantu menjelaskan pilihan terapi apa saja yang tersedia beserta segala risiko, efek samping, dan keuntungan dari tiap terapi, sehingga membantu Anda untuk kemudian bersama-sama memutuskan terapi apa yang akan Anda jalani.

Sumber: CDC.gov, Mayoclinic.
Tags :
Artikel sebelumnya5 Vitamin Terbaik Penghilang Stres
Artikel selanjutnyaPerkembangan Terapi Kanker Payudara dari Masa ke Masa

Event Mendatang

Komentar (0)
Komentar

Log in untuk komentar