SIRS adalah karakteristik dari stadium awal sepsis dan dianggap sebagai hasil dari aktivitas sel imun innate karena terjadi peningkatan sitokin pro-inflamasi seperti IL-1, IL-6, TNF- alfa, IL-12 dan kemokin seperti IL-8. Faktor yang diketahui memperburuk atau memperpanjang CARS adalah resusitasi yang tidak adekuat selama fase akut setelah trauma, infeksi persisten, nekrosis jaringan dan translokasi bakteri atau endotoksin.
Banyaknya respon pro-inflamasi yang disekresikan menyebabkan disfungsi sel endotel dan epitel, penyebaran patogen yang dapat berdampak pada multiple organ dysfunction (MOD) dan syok sepsis. Pada penelitian ini menunjukkan bahwa respon penjamu terhadap inflamasi beberta dengan aktivasi jalur anti inflmasi yang bertujuan untuk melindungi penjamu dari cedera inflamasi lebih lanjut dan mengembalikan homeostatis.
Respon CASR ditandai dengan, anergi kutan, penurunan limfosit akibat apoptosis, penurunan respon sitokin terhadap stimulasi monosit, penurunan jumlah human leukocyte antigen (HLA) antigen-presenting receptor pada monosit dan ekspresi sitokin IL-10 yang menekan ekspresi TNF. Respon inflamasi paling penting adalah sitokin anti-inflamasi IL-10 yang mengurangi produksi IL-1 dan TNF-alfa kembali ke nilai normal, sehingga sepsis dan SIRS berhenti, dan tidak terjadi kegagalan organ. Selain itu, IL-10 menurunkan pula regulasi dari TNF. Berdasarkan dari penelitian Song et al, blockade aktivitas IL-10 di fase awal penyakit tidak memberikan efek pada mortalitas, tetapi meningkat setelah blockade dilakukan 12 jam setelah sepsis.
Garis merah putus-putus pada gambar di atas menunjukkan kerja inhibitorik sedangkan garis biru adalah stimulatorik, sel T, monosit, dan makrofag yang saling berkaitan dan berpengaruh. Antigen yang sama (mikroba dan kerusakan jaringa) yang menstimulasi respon inflamasi respon inflamasi juga dapat menstimulasi kaslade anti-inflamasi. Mediator anti-inflmasi akan memblokade produksi sitokin pro-inflamasi. TNF dan reseptor IL-1 ditemukan di sirkulasi dan akan berikatan dan mengaktifkan TNF dan mediator pro-inflamasi IL-1.
Banyak penelitian mulai berfokus pada memanipulasi sitokin untuk mengembalikan imunosupresi CARS. Karena, jika respon inflamasi pasien tidak dapat memodulasi system SIRS – CARS dengan tepat akan menyebabkan disfungsi respon imun dan keadaan immunocompromised yang mengurangi kemampuan tubuh untuk mencegah infeksi oportunistik dan sekunder.
Referensi:
-
Kirby R dan Linklater A. (2017). Monitoring and Intervention for the Critically Ill Small Animal: The rule of 20. UK: John Wiley & Sons. 1-2p.
-
org [Internet]. Cologne, Germany: Institute for Quality and Efficiency in Health Care (IQWiG); 2006-. The innate and adaptive immune systems. [Updated 2020 Jul 30]
-
Patricio P, Paiva JA, Borrego LM. Immune Response in Bacterial and Candida Sepsis. Eur J Microbiol Immunol (Bp). 2019