Avatar

Episindan

Obat Bebas Terbatas (G)

Actavis

Tinjauan

Indikasi

Karsinoma transisional kandung kemih, kanker payudara insipiens, kanker payudara tahap lanjut (dengan metastasis), kanker gastroesofagus; kanker kepala & leher; karsinoma hepatoselular primitif, leukemia akut, karsinoma paru jenis sel besar, karsinoma paru jenis sel kecil, limfoma non-Hodgkin, peny Hodgkin, mieloma multipel, kanker ovarium, kanker pankreas, sarkoma jar lunak & tulang.

Kontra Indikasi

Hipersensitivitas. Penekanan fungsi sumsum tulang secara persisten, gangguan hati berat, insufisiensi miokard berat, infark miokard yang blm lama tjd, aritmia berat; terapi sebelumnya dengan dosis kumulatif maks epirubicin &ul;/atau antrasiklin lain & antrasendion; pada pemberian intravesikal: masalah kateterisasi, hematuria; tumor invasif yang menembus dinding kandung kemih; infeksi saluran kemih, inflamasi kandungan kemih, hitung neutrofil dasar <1500 sel/m2. Hamil & laktasi.

Perhatian Khusus

Stomatitis, neutropenia, trombositopenia, infeksi umum, leukopenia, leukemia sekunder, nilai bilirubin & aspartat aminotransferase yang tinggi, gagal hati berat. Hamil & laktasi.

Sediaan
  • Bubuk injeksi (vial)
Efek Samping

Gangguan hematologi & sistem limfatik; tumor jinak & maligna; anoreksia, hiperurisemia; gangguan umum & sistemik; gejala-gejala pada GI; gangguan fungsi jantung; konjungtivitis/keratitis; gangguan pada kulit & jar subkutan, modifikasi transaminase serum, infeksi, rasa panas & kemerahan pada wajah, amenore, penurunan drastis fraksi ejeksi ventrikel kiri, perubahan kadar transaminase

Interaksi Obat

Dengan obat sitotoksik lain menyebabkan fenomena toksik aditif terutama mencakup sumsum tulang & saluran cerna. Kombinasi kemoterapi dengan obat kardiotoksik potensial lain & komponen aktif kardio, membutuhkan pemantauan fungsi jantung. Perubahan pada fungsi hati yang diinduksi oleh terapi bersama dapat mempengaruhi metabolisme, farmakokinetik, efikasi terapeutik, &ul;/atau toksisitas epirubicin. Simetidin meningkatkan 50% ASC dr epirubicin. Paclitaxel dapat menyebabkan peningkatan kadar obat dalam plasma.

Kategori Kehamilan

D

Komposisi

Bubuk injeksi (vial)
  • Epirubicin.

Dosis

Bubuk injeksi (vial)
  • IV
    Dws 60-90 mg/m2 selama 3-5 mnt, dosis hrs diulang dengan selang waktu 21 hari. Kanker paru jenis sel kecil (yg sblmnya diterapi) 120 mg/m2 pada hari ke 1, tiap 3 minggu. Kanker paru jenis non sel kecil 135 mg/m2 pada hari ke 1 atau 45 mg/m2 pada hari ke 1, 2, 3, tiap 3 minggu. Hrs diberikan dalam bentuk bolus selama 3-5 mnt atau secara infus selama hingga 30 mnt. Gangguan fungsi sumsum tulang 60-75 mg/m2 untuk jadwal pemberian dosis konvensional atau 105-120 mg/m2 untuk jadwal pemberian dosis tinggi. Dosis/siklus total dapat dibagi pemberiannya untuk 2-3 hari berturut-turut. Tumor kandung kemih superfisial Tiap 8 minggu dilakukan instilasi 50 mg (dlm 20-50 mL lar saline). Sistitis kimiawi Kurangi dosis mjd 30 mg. Untuk karsinoma in situ, dosis dapat ditingkatkan hingga 80 mg. Profilaksis atau rekurensi sesudah re5eksi transuretral dr tumor superfisial Dosis 50 mg tiap 4 minggu, dilanjutkan dengan instilasi tiap 11 bulan pada dosis yang sama.

Kemasan / Harga

Bubuk injeksi (vial)
  • 10mg x 1 IDR 195.000
  • 50mg x 1 IDR 975.000