Avatar

Esoferr

Obat Bebas Terbatas (G)

Ferron

Tinjauan

Indikasi

Pengobatan antisekresi asam lambung jika pemberian peroral tidak mungkin dilakukan, misalnya pada kasus GERD pada pasien dengan esofagitis &/atau gejala-gejala refluks yang berat, penyembuhan tukak lambung yang berhubungan dengan pengobatan OAINS. Terapi pemeliharaan jangka pendek hemostasis & pencegahan pendarahan ulang pada pasien sesudah menjalani endoskopi terapeutik untuk kasus perdarahan akut, tukak lambung atau duodenum.

Kontra Indikasi

Penggunaan bersama dengan atazanavir & nelvinavir. Laktasi. Anak & remaja.

Perhatian Khusus

Kehilangan BB yang signifikan, muntah berulang, disfagia, hematemesis, melena. Hamil.

Sediaan
  • Bubuk injeksi (vial)
Efek Samping

Sakit kepala, nyeri perut, konstipasi, diare, kembung, mual & muntah, reaksi pd tempat inj.

Interaksi Obat

Penurunan absorpsi ketokonazol & itrakonazol. Kadar obat dalam plasma meningkat pada pemberian bersama dengan golongan CYP2C19 seperti diazepam, citalopram, imipramin, klomipramin, fenitoin. Pemaparan esomeprazol meningkat jika diberikan bersama dengan penghambat CYP2C19 & CYP3A4 seperti vorikonazol. Risiko infeksi GI sedikit meningkat jika obat ini diberikan bersama golongan penghambat pompa proton. Atazanavir; warfarin, atau derivat kumarin lainnya.

Kategori Kehamilan

C

Komposisi

Bubuk injeksi (vial)
  • Esomeprazole.

Dosis

Bubuk injeksi (vial)
  • Antisekresi asam lambung
    20-40 mg IV 1 x/hr.
  • Refluks esofagitis
    40 mg 1 x/hr
  • Terapi simtomatik peny refluks
    20 mg 1 x/hr.
  • Tukak lambung yg berhubungan dg terapi dg OAINS
    20 mg 1 x/hr.
  • Terapi pemeliharaan hemostasis & pencegahan pendarahan ulang tukak lambung & duodenum
    80 mg secara infus bolus selama 30 mnt, dilanjutkan dg infus IV kontiniu 8 mg/jam selama 3 hr (72 jam).

Kemasan / Harga

Bubuk injeksi (vial)
  • 40 mg x 1 IDR 0