
Boostrix
Obat Bebas Terbatas (G)
GlaxonSmithKline Indonesia
Tinjauan
Vaksinasi booster untuk difteri, tetanus, dan pertusis untuk individu usia 4 thn keatas.
Hipersensitivitas. Ensefalopati yang tidak diketahui penyebabnya dalam waktu 7 hari sesudah vaksinasi sebelumnya dengan vaksin yang mengandung pertusis. Trombositopenia sementara atau komplikasi neurologik sesudah imunisasi dini terhadap difteri dan atau tetanus.
Jangan diberikan secara IV. Tunda pemberian vaksinasi pada pasien dengan penyakit febril akut berat. Suhu tubuh ≥ 40 derajat celcius; kolaps atau kondisi menyerupai syok; bayi atau anak menangis yang tidak seperti biasanya selama ≥ 3 jam dalam waktu 48 jamsesudah vaksinasi atau mengalami kejang dengan atau tanpa demam, yang terjadi dalam waktu 3 hari sesudah vaksinasi. Gangguan neurologisprogresif termasuk spasme infantil, epilepsi tak terkendali, atau ensefalopati progresif. Trombositopenia atau gangguan perdarahan. Pasien yang mengalami penekanan sistem imun tubuh. Sinkop (pongsan) dapat terjadi. Hamil dan laktasi.
- vaksin (injeksi) (pre-filled syringe)
Sakit kepala, gangguan GI, nyeri, kemerahan dan bengkak pada tempat injeksi, kelelahan menyeluruh, demam. Dewasa, remaja, dan anak ≥ 10 thn: Tidak enak badan, pusing, mual,reaksi pada tempat injeksi(seperti massa/benjolan pada tempat injeksi, abses steril). Anak 4-9 thn: Iritabilitas (rewel), somnolen. Anoreksia; diare, dan muntah.
Respon adekuat mungkin tidak dapat diperoleh pada pemberian obat ini bersama imunosupresan.
C
Komposisi
| vaksin (injeksi) (pre-filled syringe) |
|
| Semua Sediaan |
|
Dosis
| Semua Sediaan |
|
Kemasan / Harga
| vaksin (injeksi) (pre-filled syringe) |
|