Avatar

Infanrix-IPV + HIB

Obat Bebas Terbatas (G)

GlaxoSmithKline Indonesia

Tinjauan

Indikasi

Imunisasi aktif terhadap diphtheri, pertusis, poliomielitis, dan Haemophilus influenzae untuk bayi mulai usia 2 tahun. Dosis booster untuk anak yang sebelumnya telah mendapat imunisasi DPT, polio, dan antigen Hib.

Kontra Indikasi

Hipersensitivitas terhadap komponen vaksin. Hipersensitvitas sesudah pemberian sebelumnya dari vaksin DPT, polio inaktivasi, atau Hib. Ensfalopati yang tidak diketahui penyebabnya, yang terjadi dalam waktu 7 hari sesudah vaksinasi sebelumnya.

Perhatian Khusus

Tunda vaksinasi pada penyakit febris berat akut. Trombositopenia atau gangguan perdarahan. Hipersensitif terhadap neomisin dan polimiksin. Suhu rektal ≥ 40 derajat celcius, kolaps atau keadaan yang menyerupai syok (episode hipotonik-hiporesponsif); bayi menangis terus-menerus dan tidak dapat ditenangkan selama ≥ 3 jam yang terjadi dalam waktu 48 jam sesudah vaksinasi; kejang dengan atau tanpa ada demam dalam waktu 3 hari sesudah vaksinasi. Jangan diberikan secara IV. Hamil dan laktasi. Dewasa, remaja dan anak > 5 tahun.

Sediaan
  • vaksin (injeksi) (pre-filled syringe)
Efek Samping

Kehilangan nafsu makan; iritabilitas, menangis yang tidak biasanya, gelisah;somnolen; diare, muntah; nyeri, kemerahandan bengkak pada tempat injeksi; demam.

Interaksi Obat

Respon adekuat mungkin tidak dicapai jika diberikan bersama terapi imunosupresan.

Kategori Kehamilan

C

Komposisi

Semua Sediaan
  • -

Dosis

vaksin (injeksi) (pre-filled syringe)
  • Injeksi IM dalam vaksinasi primer
    3 dosis pada 6 bulan pertama usia anak, dimulai dari usia 2 bulan dengan interval pemberian antardosis sekurang-kurangnya 1 bulan. Dosis booster: Berikan pada usia 2 tahun dengan interval pemberian antar dosis sekurang-kurangnya 6 bulan sesudah menyelesaikan jadwal imunisasi primer.

Kemasan / Harga

vaksin (injeksi) (pre-filled syringe)
  • 0.5 mL x 1 + 1 dosis vial x IDR 0