
Retrovir
Obat Bebas Terbatas (G)
GlaxoSmithKline Indonesia
Tinjauan
Terapi kombinasi dengan obat antiretroviral lainnya untuk pengobatan infeksi HIV pada orang dewasa dan anak. Penyakit HIV tahap lanjut misalnya individu yang menderita AIDS atau komplikasi yang berhubungan dengan AIDS.
Hipersensitivitas. Pasien dengan jumlah netrofil rendah abnormal (<0.75 x 10^9/L) atau Hb rendah abnormal (7.5 g/dL). Laktasi.
Bukan merupakan pengobatan infeksi HIV dan pasien tetap beresiko mengalami perkembangan penyakit. Pantau parameter hematologi secara hati-hati. Memiliki faktor-faktor resiko yang diketahui untuk penyakit hati. Asidosis laktat/hepatomegali berat dengan steatosis. Redistribusi lemak. Sindrom rekonstitusi imun. Pasien yang mengalami infeksi berbarengan dengan Hepatitis C dan penekanan fungsi sumsum tulang. Hamil.
- Kapsul
Anemia, netropenia, leukopenia; hiperlaktatemia; peningkatan kadar enzim hati dan bilirubin dalam darah; mialgia; mual, sakit kepala, nyeri perut, muntah, tidak enak badan, diare, pusing.
Atovaquone, aspirin, kodein, morfin, metadon, indometasin, ketoprofen, naproksen, oksazepam, lorazepam, simetidin, klofibrat, dapson, isoprinosin. Obat yang berpotensi nefrotoksik atau obat mielosupresif (dapat menyebabkan penekanan sumsum tulang), klaritromisin, probenesid, fenitolin, ribavirin, stavudin.
C
Komposisi
| Semua Sediaan |
|
Dosis
| Semua Sediaan |
|
Kemasan / Harga
| Kapsul |
|