
Seretide
Obat Bebas Terbatas (G)
GlaxoSmithKline Indonesia
Tinjauan
Terapi reguler untuk penyakit obstruktif saluran napas yang reversibel termasuk asma, serta (terapi) PPOK termasuk bronkitis kronik dan emfisema
Tidak tersedia
Tidak untuk meredakan gejala asma akut. TB paru, gangguan kardiovskuler berat, diabetes mellitus, hipokalemia yang tidak diterapi, tirotoksikosis. Lakukan pengawasan berkala terhadap laju pertumbuhan pada anak yang mendapat terapi jangka panjang. Hamil, laktasi
- Seretide 50 Inhaler
- Seretide 125 Inhaler
- Seretide Diskus
Serak atau disfonia, sakit kepala, kandidiasis mulut dan tenggorokan, iritasi tenggorokan, palpitasi, tremor, bronkospasme paradoksikal, artralgia, kram otot. Tanda-tanda dan gejala-gejala overdosis berupa tremor, sakit kepala dan takikardi
Penyakit beta selektif dan non selektif, penghambat CYP450 (ritonavir, eritromisin, ketokonazol), monoamine oxidase inhibitor, antidepresan trisiklin, L-dopa, L-tiroksin, oksitosin, antiaritmia, xantin
C
Komposisi
| Seretide 50 Inhaler |
|
| Seretide 125 Inhaler |
|
| Seretide Diskus |
|
Dosis
| Semua Sediaan |
|
Kemasan / Harga
| Seretide 50 Inhaler |
|
| Seretide 125 Inhaler |
|
| Seretide Diskus |
|