Avatar

Prozepam

Obat Bebas Terbatas (G)

Meprofarm

Tinjauan

Indikasi

Terapi gangguan cemas dan panik berat. Sedasi sebelum prosedur endoskopi, kateterisasi jantung, premedikasi sebelum operasi, kondisi eksitasi yang disertai dengan gangguan cemas akut dan panik, motor unrest dan delirium tremens. Meredakan gejala akut putus alkohol (agitasi akut), spasme otot akibat cedera lokal dan kejang akibat kerusakan interneuron spinal dan supraspinal, cerebral pasly, paraplegia, atetosis dan sindrom stiff-man. Status epilepsi akut dan kondisi kejang lainnya (tetanus)

Kontra Indikasi

Hipersensitivitas terhadap benzodiazepin. ketergantungan termasuk alkohol, inufisiensi paru akut, depresi pernapasan, status fobia atau obsesif dan psikosis kronik. Glaukoma sudut sempit akut dan glaukoma sudut lebar

Perhatian Khusus

Jangan diberikan secara intravena pada pasien yang syok, koma, insufisiensi jantung atau pernapasan, intoksikasi alkohol akut dengan depresi tanda-tanda vital. Miastenia gravis. Dapat mempengaruhi kemampuan mengemudi kendaraan atau menjalankan mesin. Gangguan kardiorespirasi. Hiperkapnia kronik berat. Penggunaan bersama dengan barbiturat atau depresan SSP. Hamil dan laktasi. Lanjut usia, pasien dengan kondisi lemah. Neonatus <30 hari

Sediaan
  • Injeksi (ampul)
Efek Samping

Demam, mengantuk, kelemahan otot, diskrasia darah, hipotensi, bradikardi, henti jantung, takikardi, kontraksi ventrikel prematur, aritmia, kongjutivitis, nistagmus, penglihatan kabur, diplopia, penurunan refleks gag, batuk, dispnea, laringospasme, depresi pernapasan, nyeri tenggorokan, nyeri dada, hiperventilasi, retensi urin, inkontinensia urin, mual, muntah, diare, konstipasi, mulut kering, hipersaliva, peningkatan kadar transaminase dan alkalin fosfatase, ikterus, vertigo, amnesia, kebingungan mental, sakit kepala, reaksi paradoksikal, hipereksitasi akut, panik, gangguan tidur, halusinasi, ruam kulit, urtikaria, pruritus, fotosensitivitas, reaksi hipersensitivitas sedang, trombositopenia, flebitis, iritasi lokal, pembengkakan atau perubahan vaskular, nyeri pada tempat injeksi

Interaksi Obat

Simetidin, obat yeng bekerja secara sentral seperti neuroplektik, trankuilizer, antidepresan, hipnotik, antikonvulsan dan analgesik

Kategori Kehamilan

D

Komposisi

Semua Sediaan
  • Diazepam

Dosis

Semua Sediaan
  • Dewasa dan remaja
    2-20 mg injeksi intramuskular/ lambat.
  • Premedikasi Dewasa
    10-20 mg intramuskular 1 jam sebelum anestesi.
  • Premedikasi anak
    0.1-0.2 mg/kg BB intramuskular 1 jam sebelum induksi anestesi.
  • Induksi anestesi dewasa
    0.2-0.5 mg kg/ BB intravena.
  • Tetanus dewasa
    0.1-0.3 mg/kg BB secara injeksi intravena dengan interval tiap 1-4 jam atau secara infus intravena (3-4 mg/kg BB/hari).
  • Tetanus anak >5 tahun
    5-10 mg secara injeksi intramuskular atau lambat, dosis dapat diulangi tiap 3-4 jam.
  • Tetanus bayi 30 hari-5 tahun
    1-2 mg secara secara injeksi intramuskular atau lambat, dosis dapat diulangi sesudah 10-15 menit, maksimal 3 mg/kg BB/24 jam.
  • Kondisi eksitasi (kecemasan akut, tremor, delirium tremens) anak >5 tahun
    1 mg secara injeksi intravena lambat tiap 2-5 menit hingga dosis maksimal 20 mg (pemberian intravena)
  • Kondisi eksitasi (kecemasan akut, tremor, delirium tremens) Bayi >30 hari-5 tahun
    0.2-0.5 mg secara lambat tiap 2-5 menit hingga dosis maksimal 5 mg (pemberian intravena lebih disukai) Ulangi dosis tiap 2-4 jam. Jika diperlukan.
  • Spasme otot dewasa
    Awal 5-10 mg intravena injeksi, lalu 5-10 mg dalam waktu 3-4 jam.
  • Kardioversi (meredakan cemas dan prosedur untuk memperbaiki daya ingat) dewasa
    5-10 mg intravena dalam waktu 5-10 menit sebelum prosedur
  • Kondisi eksitasi (kecemasan akut, tremor, delirium tremens)
    Awal 0.1-0.2 mg/kg BB intravena, dapat diulangi tiap 8 jam hingga gejala-gejala akut reda, dilanjutkan dengan terapi oral.

Kemasan / Harga

Injeksi (ampul)
  • 5 mg/mL x 2 mL x 5 IDR 55.000