Avatar

Lucentis

Obat Bebas Terbatas (G)

Novartis Indonesia

Tinjauan

Indikasi

Pengobatan degenerasi makular yang berhubungan dengan usia (AMD) neovaskular (basah), gangguan daya penglihatan karena edema makular diabetikum DME) atau neovaskularisasi koroidal (CNV) sekunder terhadap miopati patologik (PM)

Kontra Indikasi

Hipersensitivitas. Dugaan atau adanya infeksi okular atau periokular aktif, inflamasi intraokular aktif.

Perhatian Khusus

Teknik injeksi aspetik yang tepat perlu dilakukan . Monitor dan Perfusi saraf mata. Dapat mengganggu kemampuan mengemudi atau menjalankan mesin. Hamil dan laktasi. Anak < 18 tahun.

Sediaan
  • Injeksi (vial)
Efek Samping

Gangguan pada mata. Nasofaringitis, infeksi saluran napas bagian atas, influenza, ISK, (hanya pada pasien DME); anemia; gangguan cemas; sakit kepala, pusing, stroke; batuk; mual, konstipasi; reaksi alergi; artlargia, nyeri punggung, artritis; peningkatan TIO; hipertensi atau peningkatan tekanan darah.

Interaksi Obat

Tidak tersedia

Kategori Kehamilan

C

Komposisi

Semua Sediaan
  • Ranibizumab

Dosis

Semua Sediaan
  • Semua Kondisi
    0.5 mg (0.05 mL) sebagai injeksi intravitreal tunggal. Interval pemberian antar 2 dosis tidak boleh < 1 bulan. AMD basah, gangguan penglihatan karena DME. Pengobatan diberikan tiap bulan dan dilanjutkan hingga ketajaman penglihatan stabil pada penentuan selama 3 bulan berturut-turut. Selanjutnya, pantau ketajaman penglihatan tiap bulan. Gangguan penglihatan karena CNV sekunder terhadap PM. Dosis awal diberikan injeksi dosis tunggal. Pantau tanda-tanda aktivitas penyakit untuk menentukan perlu tidaknya pengobatan lebih lanjut.

Kemasan / Harga

Injeksi (vial)
  • 10 mg/mL x 0.23 mL x 1 IDR 13.876.560