
Olmetec Plus
Obat Bebas Terbatas (G)
Pfizer
Tinjauan
Pengobatan hipertensi esensial jika tekanan darah tidak dapat dikendalikan secara adekuat oleh olmesartan medoksomil atau hidrokrolortiazid saja
Hipersensitivitas terhadap olmesartan medoxomil, hidrokrolortiazid atau terhadap substans turunan sulfonamid lainnya. Gangguan ginjal berat; hipokalemia refrakter dan hiperkalsemia, kolestatis dan gangguan obstruksi saluran empedu. Hamil trimeseter 2 dan 3. Laktasi
Pasien yang mengalami deplesi volume intravaskular dan atau Na, stenosis arteri renalis bilateral atau stenosis arteri yang menuju ke satu ginjal yang masih berfungsi, riwayat asma bronkial, stenosis aorta atau mitral atau kardiomiopati hipertrofi obstruktif. Peningkatan risiko hipotensi berat dan gangguan ginjal. Kadar kalium, kreatinin, asam urat dalam serum harus dipantau secara periodic. Gangguan fungsi ahti atau penyakit hati progresif, dapat menyebabkan gangguan keseimbangan elektrolit dan gangguan toleransi glukosa. Dapat terjaadi hiperurisemi. Pasien dengan diabetes mellitus, aldosteronisme primer, gagal jantung atau penyakit serebrovaskuler iskemik, dapat menyebabkan eksaserbasi upus eritematosus sistemik. Hentikan penggunaan tiazid sebelum dilakukan pemeriksaan fungsi paratiroid. Dapat menganggu kemampuan mengemudi atau menjalankan mesin. Lanjut usia. Anak
- Tablet salut selaput 20/12,5 mg
- Tablet salut selaput 40/12.5 mg
olmesartan medoxomil: pusing, vertigo, sinkop, palpitasi, hipotensi, hipotensi ortostatik, ruam kulit, eksim, lemas, peningkatan/penurunan kadar kalium darah, peningkatan kadar urea darah. Trombositopenia, sakit kepala, bronkitis, batuk, faringitis, rinitis, nyeri perut, diare, muntah, pruritus, eksantema, dispepsia, gastroenteritis, mual, artritis, nyeri punggung dan tullang, hematuria, infeksi saluran kemih, nyeri dada, fatigue/lelah, letagi, tidak enak badan, gejala-gejala yang menyerupai flu, edema perifer, dermatitis alergi, edema pada wajah da urtikaria, reaksi anafilaksis, kram otot, mialgia, gagal ginjal akut dan insufisiensi ginjal, astenia, nyeri, peningkatan kadar kreatinin fosfokinase, hipertrigliseridemia, hiperurisemia, hyperkalemia, peningkatan enzim hati. Hidroklorotiazid: Anoreksia, kehilangan nafsu makan, iritasi lambung, diare, konstipasi, sialadenitis, pankreatitis, ikterus, xanthopsia, penglhatan kabur sementara, leukopenia, neutropenia/ agranulositosis, trombositopenia, anemia aplastik, anemia hemolitik, depresi sumsum tulang, reaksi fotosensitivitas, ruam kulit, reaksi pada kulit yang menyerupai lupus eritematosus sistemik, reaktivasi lupus eritematosus kutaneus, urtikaria, angiitis nekrotikans, demam, gawat pernapasan, gangguan fungsi ginjal, nefritis interstisial, spasme otot, lemah/ lemas, gelisah, kepala terasa melayang, vertigo, paresthesia, hipotensi postural, aritmia jantung, ganguan tidur, depresi
Efek deplesi kalium dapat ditingkatkan pada pemberian bersama dengan diuretik kaliuretik, laksatif, kortikosteroid, adrenocorticotropic hormone, amfoferisin, karbenoksolon, penisilin G, natrium atau derivat asam salisilat, kadar kalium serum meningkata pada pemberian bersama dengan diuretik hemat kalium, suplemen kalium dan heparin. obat antihipertensi lain, efek obat dikurangi oleh obat anti inflamasi non steroid, alkohol, barbiturate, narkotik atu antidepresan, baklofen, amifostin, kolestiramin, resin kolestipol, atropine, beperiden, litium, digitalis glikosida, antiaritmia dan obat antidiabetes, penyekat beta dan diazokdid, preso amin, relaksan otot rangka non depolarisasi, obat anti gout, garam kalsium, amantadin, obat yang bersifat sitotoksik
D
Komposisi
| Tablet salut selaput 20/12,5 mg |
|
| Tablet salut selaput 40/12.5 mg |
|
Dosis
| Semua Sediaan |
|
Kemasan / Harga
| Tablet salut selaput 20/12,5 mg |
|
| Tablet salut selaput 40/12.5 mg |
|