
Viagra
Obat Bebas Terbatas (G)
Pfizer
Tinjauan
Pengobatan disfungsi ereksi.
Hipersensitivitas. Pasien yang menggunakan nitrat organik, baik secara reguler &/atau intermiten.
Pasien pria yang tidak dianjurkan melakukan aktivitas seksual karena adanya peny KV. Pasien infark miokard, stroke, aritmia yang mengancam nyawa dalam 6 bln terakhir. Hipertensi (TD >170/110) atau hipotensi (TD < 90/50) saat istirahat. Riwayat gangguan jantung atau peny arteri koroner yang menyebabkan angina tak stabil. Retinitis pigmentosa. Gangguan perdarahan, tukak peptik. Deformasi penis (misalnya angulasi, fibrosis korpus kavernosum, atau peny Peyronie), predisposisi untuk terjadi priapismus (misalnya anemia sel sabit, multipel mieloma, leukemia). Pemberian bersama dengan ritonavir. Neuropati optik iskemik anterior non arteritik, penyebab menurunnya daya penglihatan atau kebutaan. Kejadian KV, serebrovaskuler, & vaskuler serius, termasuk infark miokard, kematian mendadak akibat serangan jantung, hipertensi. Tidak untuk wanita, anak-anak dan neonatus.
- Tablet
Sakit kepala, rasa panas & kemerahan pada kulit wajah, hidung tersumbat (kongesti nasal), gangguan daya penglihatan, diare, pusing, ruam kulit, edema pada wajah, reaksi fotosensitivitas, syok, astenia, nyeri, menggigil, mudah jatuh, nyeri perut, reaksi alergi, nyeri dada, cedera yang tidak disengaja, angina pektoris, blok AV, migren, sinkop, takikardi, palpitasi, hipotensi, hipotensi postural, iskemia miokard, trombosis serebral, henti jantung, gagal jantung, hasil EKG abnormal, kardiomiopati, muntah, glositis, kolitis, disfagia, gastritis, gastroenteritis, esofagitis, stomatitis, mulut kering, abnormalitas pada hasil tes fungsi hati, perdarahan per rektum, gingivitis, anemia & leukopenia, rasa haus, edema, gout, diabetes yang tak stabil, hiperglikemia, edema perifer, hiperurisemia, reaksi hipoglikemia, hipernatremia, artritis, artrosis, mialgia, ruptur tendon, tenosinovitis, nyeri tulang, miastenia, sinovitis, ataksia, hipertonia, neuralgia, neuropati, parestesia, tremor, vertigo, depresi, insomnia, somnolen, mikpi abnormal, penurunan refleks, hipestesia, asma, dispnea, laringitis, faringitis, sinusitis, bronkitis, peningkatan produksi sputum & batuk, urtikaria, herpes simpleks, pruritus, berkeringat, tukak pada kulit, dermatitis kontak & eksfoliatif, midriasis, konjungtivitis, fotofobia, tinitus, nyeri pada mata & telinga, ketulian, perdarahan pada mata, katarak, mata kering, sistitis, nokturia, sering buang air kecil & inkontinensia urin, pembesaran payudara, ejakulasi abnormal, edema genital, & anorgasmia.
Clearance menurun dengan pemakaian simetidin, eritromisin, ketokonazol, itrakonazol, ritonavir, rifampisin.
B
Komposisi
| Tablet |
|
Dosis
| Tablet |
|
Kemasan / Harga
| Tablet |
|