
Pro TB 2
Phapros
Tinjauan
Pasien dengan BTA positif yang sebelumnya sudah diterapi dalam kondisi: Relaps, mengalami kegagalan terapi dan pasien yang diterapi sesudah putus terapi sebelumnya.
Hipersensitivitas terhadap rifampisin & INH. Pasien dengan hepatitis, kerusakan hati yang berat, neuritis optik pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal, epilepsi dan alkoholik kronik.
Hindari dilakukannya kembali terapi sesudah penghentian terapi jangka panjang dan konsumsi obat secara tidak teratur, pasien dengan penyakit hati, ambang kejang yang rendah, kurang gizi, alkoholik, porfiria, epilepsi. Hentikan terapi pada kejadian trombositopenia, purpura, anemia hemolitik, gagal ginjal, dispnea, syok. Hamil dan laktasi.
- Tablet salut selaput
Rifampisin: Urin berwarna merah. Gangguan GI, gangguan fungsi hati, leukopenia, eosinofilia. INH: Gangguan fungsi hati dan sistem saraf. Sakit kepala, pusing, kejang, anemia, neuritis optik, artralgia, sindrom reumatik, purpura, demam, sindrom syok.
Antikoagulan oral, antidiabetes, dapson, preparat digitalis, kuinidin, metadon. Kontrasepsi oral harus menggunakan tambahan kontrasepsi non hormonal. Pasien yang sedang diterapi dengan difenilhidantoin. Tidak dianjurkan pemberian INH bersama dengan disulfiram.
Tidak tersedia
Komposisi
| Semua Sediaan |
|
Dosis
| Semua Sediaan |
|
Kemasan / Harga
| Tablet salut selaput |
|