
Lamiros
Pharos
Tinjauan
Terapi ajuvan atau monoterapi pd pengobatan epilepsi, kejang parsial & umum, misalnya kejang tonik-klonik yg disertai sindrom Lennox-Gastaut.
Hipersensitif terhadap lamotrigin.
Efek samping pada kulit dapat terjadi dalam waktu 8 minggu pertama ssdh terapi dimulai. Hentikan penggunaan pd pasien yg mengalami ruam kulit akibat obat. Penghentian terapi secara mendadak dpt memicu timbulnya 'rebound seizure'; kemungkinan mengganggu metabolisme folat selama penggunaan jangka lama. Pantau manifestasi hipersensitivitas. Pasien dg gagal ginjal. Hamil & laktasi. Anak.
- Tablet
Ruam kulit, demam, limfadenopati. Neutropenia, leukopenia, anemia, trombositopenia, pansitopenia, anemia aplastik, agranulositosis; iritabilitas (mudah marah), agresi, kedutan, halunsinasi, & kebingungan mental. Sakit kepala, mengantuk, insomnia, pusing, tremor, ataksia. Diplopia, penglihatan kabur, konjungtivitis. Mual, ggn GI seperti muntah & diare. Peningkatan nilai tes fungsi hati, ggn fungsi hati, gagal hati. Reaksi yg menyerupai lupus. Rasa lelah.
Obat antiepilepsi (misalnya fenitoin, karbamazepin, fenobarbiton, & primidon) meningkatkan metabolisme lamotrigine. Valproat menurunkan metabolisme lamotrigine.
C
Komposisi
| Tablet |
|
Dosis
| Semua Sediaan |
|
Kemasan / Harga
Tidak tersedia