
Verdix
Obat Bebas Terbatas (G)
Pharos
Tinjauan
Terapi jangka pendek utk bekteremia & septikemia (termasuk sepsis neonatus); infeksi serius sal napas, tulang & sendi, SSP (termasuk meningitis), kulit & jar lunak; infeksi intra abdonminal (termasuk peritonitis); luka bakar & infeksi pasca op (termasuk pasca bedah vaskular); ISK rekuren, terkomplikasi & serius; ISK tak terkomplikasi; infeksi krn Stafilokokus.
Hipersensitivitas.
Penggunaan bersama atau serial dr obat yg bersitaf ototoksik atau nefrotoksik scr sistemik atau topikal; sefalosporin. Pasien hrs dlm kondisi kecukupan cairan tubuh; fungsi ginjal hrs dinilai sblm mulai terapi. Jika tanda-tanda iritasi ginjal (silinder, lekosit, eritrosit, atau albumin) muncul, hidrasi perlu ditingkatkan. Kurangi dosis jika tanda lain dr ggn fungsi ginjal muncul (misalnya penurunan bersihan kreatinin, gravitas spesifik urin, peningkatan BUN, kreatinin, atau oliguria). Hentikan jika terjadi peningkatan azotemia atau penurunan progresif volume urin. Kemungkinan terjadi blokade neuromuskular atau paralisis pernapasan jika diberikan bersama dg zat anestesi atau penyekat neuromuskular. Gangguan pd otot misalnya miastenia gravis atau parkinsonisme. Alergenisitas silang dg aminogliksida lain. Pertumbuhan berlebihan dr organisme yang tidak peka. Pemberian bersama antibiotik β laktam (penisilin atau sefalosporin). Hindari penggunaan dg diuretik kuat (asam etakrinat atau furosemid). Hamil & laktasi. Bayi prematur atau neonatus. Lanjut usia.
- Injeksi (vial)
Kehilangan daya pendengaran, kehilangan keseimbangan, ggn pendengaran thd nada berfrekuensi tinggi. Paralisis muskular akut, apnea. Peningkatan kreatinin serum, albuminuria, adanya sel darah merah & sel darah putih, silinder, azotemia, oliguria. Jarang, ruam kulit, demam krn obat, sakit kepala, parestesia,t remor, mual, muntah, eosinofilia, artralgia, anemia, hipotensi, hipomagnesemia.
Obat lain yg berpotensi nefrotoksik atau ototoksik. Diuretik kerja cepat khususnya yg diberikan secara IV seperti furosemid, asam etakrinat. Penggunaan intraperitoneal tdk direkomendasikan bersama dg obat anestesi atau obat relaksan otot (termasuk eter, halotan, α tubokurarin, suksinilkolin, dekametonium). Indometasin. Obat jenis penisilin.
D
Komposisi
| Injeksi (vial) |
|
Dosis
| Injeksi (vial) |
|
Kemasan / Harga
| Injeksi (vial) |
|