
Prolon 8
Obat Bebas Terbatas (G)
Promed
Tinjauan
Gangguan endokrin, reumatik, penyakit kulit, penyakit kolagen, gangguan pada mata, penyakit pernafasan, gangguan hematologi, gangguan GI.
Infeksi jamur sistemik. Penderita yang akan divaksinasi sblm 8 minggu hingga 2 minggu sesudah vaksinasi atau bila timbul limfoma sesudah vaksinasi BCG.
Tukak lambung, osteoporosis, riwayat psikosis, infeksi virus. Pada penggunaan jangka panjang, kontrol oftalmologik harus dilakukan tiap 3 bulan. Hindari penghentian terapi secara mendadak. Hamil, laktasi. Anak. Dapat menutupi tanda-tanda infeksi. Vaksin aktif tidak boleh diberikan pada pasien dengan kegagalan memberikan respon imun.
- Tablet
Penggunaan jangka lama dapat menyebabkan ‘moon face’, deposit lemak pada bagian tubuh tertentu, osteoporosis, penurunan toleransi glukosa, DM, gangguan sekresi hormon 5ek5, striae, ptekiae, ekimosis, akne, edema, peningkatan sekresi kalium, atrofi korteks adrenal, vaskulitis, peningkatan risiko infeksi, gangguan respon antibodi, penurunan mekanisme daya tahan tubuh, glaukoma, katarak, gangguan emosional.
Glikosida jantung, diuretik, anti diabetes, derivat kumarin, rifampisin, rifabutin, karbamazepin, fenobarbital, fenitoin, pirimidon, aminoglutetimid, anti inflamasi atau anti reumatik, siklosporin, eritromisin, ketokonazol.
C
Komposisi
| Tablet |
|
Dosis
| Tablet |
|
Kemasan / Harga
| Tablet |
|