Avatar

Tetraxim

Obat Bebas Terbatas (G)

Sanofi Pasteur

Tinjauan

Indikasi

pencegahan difteri, tetanus, pertusis dan poliomyelitis untuk vaksinasi booster pada anak 5-13 tahun

Kontra Indikasi

Hipersensitif terhadap komponen Tetraxim atau vaksin pertusis (pertusis aseluler atau pertusis sel penuh); reaksi alergi sesudah injeksi vaksin yang mengandung substansi yang sama; ensefalopati (lesi serebral) dalam waktu 7 hari sesudah pemberian dosis vaksin pertusis sebelumnya (pertusis aseluler atau pertusis sel penuh). Tunda vaksinasi jika terjadi demam atau penyakit akut.

Perhatian Khusus

Jangan diberikan secara IV atau intraderma. Anak dengan trombositopenia atau gangguan pembekuan darah; konvulsi febril; tidak berhubungan dengan ijeksi vaksin sebelumnya. Hipersensitif terhadap glutaraldehid, neomisin, streptomisin, dan polimiksin B; demam >40 derajat celcius dalam waktu 48 jamm yang tidak disebabkan faktor yang jelas diketahui; kolaps atau kondisi menyerupai syok dengan episode hipotonik hiporesponsif (kehilangan energi) dalam waktu 48 jam sesudah vaksinasi; menangis terus menerus dan tidak dapat ditenangkan selama lebih dari 3 jam, terjadi dalam waktu 48 jam sesudah divaksinasi; kejang dengan atau tanpa adanya demam, terjadi dalam waktu 3 hari sesudah divaksinasi; reaksi alergi; sindrom Guillain-Barre (sensitivitas abnormal, paralisis) atau neuritis brakial (paralisis, nyeri difus pada lengan dan bahu); reaksi edematosa pada tungkai sesudah pemberian injeksi vaksin yang mengandung H. influenzae tipe b valen. Vaksin difter-tetanus-pertusis-poliomielitis & vaksin konjugat H. influenzae tipe b harus diberikan dalam 2 injeksi di bagian tubuh yang berbeda dan pada hari yang berbeda.

Sediaan
  • vaksin (pre-filled syringe)
Efek Samping

Iritabilitas, reaksi lokal pada tempat injeksi, seperti kemerahan dan indurasi >2 cm; demam di atas 40 derajat celcius (kadang-kadang); eritema, indurasi, nyeri pada tempat injeksi, kemerahan dan edema (bengkak) >5 cm pada tempat injeksi; edema (bengkak) >5 cm yang dapat menyebar ke seluruh anggota tubuh tempat vaksinasi diberikan (terjadi dalam waktu 3-5 hari); diare; muntah; kehilangan nafsu makan; somnolen, kejang dengan atau tanpa demam; gugup; iritabilitas, insomnia, gangguan tidur, anak menangis tidak seperti biasanya atau berkepanjangan yang tidak dapat ditenangkan, gejala yang menyerupai alergi (seperti ruam kulit, eritema dan urtikaria)

Interaksi Obat

Tidak tersedia

Kategori Kehamilan

C

Komposisi

vaksin (pre-filled syringe)
  • diphtheria toxoid 30IU
  • tetanus toxoid 40IU
  • inactivated poliomyelitis virus (type 1) 40DU
  • inactivated poliomyelitis virus (type 2) 8DU
  • inactivated poliomyelitis virus (type 3) 32DU
  • bordetella pertussis antigens (toxoid) 25mcg
  • bordetella pertussis antigens (filamentous haemagglutinin) 25mcg

Dosis

vaksin (pre-filled syringe)
  • Semua Kondisi
    5-13 tahun; 1 IM injeksi, llebih dianjurkan pada daerah deltoid

Kemasan / Harga

vaksin (pre-filled syringe)
  • 0.5 mL x 1 IDR 0