Kesalahan diagnosis Parkinson terbilang tinggi yaitu sebesar 46%. Hal tersebut terjadi salah satunya karena beragamnya fitur motorik yang ditunjukkan sebagai gejala. Di sisi lain, meskipun termasuk gangguan motorik, parkinson juga menghadirkan gejala nonmotorik yang tidak bisa diabaikan karena dapat memengaruhi kepastian diagnosis. Lalu, bagaimana langkah yang tepat melakukan diagnosis yang pasti sekaligus melakukan tatalaksana menurut panduan terbaru?
Ketahui langsung dari ahlinya di LIVE CME berikut ini. Dapatkan pembahasan tentang:
- Gejala motorik dan nonmotorik Parkinson
- Tatalaksana dan terapi Parkinson
- Langkah penanganan Parkinson Lanjutan
Tentang Pembicara:
Dr. dr. Susi Aulina, Sp.S(K)
Dokter Susi menyelesaikan pendidikan kedokteran dan spesialisasi Neurologi di Universitas Hasanuddin. Saat aktif mengajar dan menjabat sebagai Penasihat Departemen IP Syaraf Universitas Hasanuddin. Dokter Susi juga tergabung dalam keanggotaan IDI, PERDOSSI, dan YPAC Cabang Makassar.
Bahan belajar:
- Presentasi pembicara
- Pembahasan studi kasus
- Video rekaman
Direkomendasikan untuk:
Mahasiswa Kedokteran, Dokter Muda, Dokter Umum, Dokter Spesialis, Dokter Ahli, Dokter, Dokter Gigi, Perawat Ahli, Perawat Terampil, Perawat, Bidan, Bidan Ahli, Bidan Terampil, Apoteker, Tenaga Teknis Kefarmasian, Ahli Gizi,
Alat/bahan yang digunakan:
Laptop/PC/Tablet
Fasilitas:
- Diskusi tanya jawab dengan pemateri
- Video pembelajaran
- Slide presentasi pemateri
- E-Sertifikat berpoin SKP KEMENKES
Catatan:
Peserta WAJIB memiliki akun LMS Plataran Sehat Kemenkes RI dan memahami cara penggunaannya. Panitia tidak bertanggung jawab atas masalah yang timbul terkait akun LMS peserta. Verifikasi dilakukan setelah webinar oleh Admin dari Kemenkes.
