Di Indonesia, Kegawatdaruratan Obstetri dapat terjadi karena mengalami salah satu dari 4 keterlambatan: terlambat mengenali tanda bahaya dan risiko, terlambat mengambil keputusan untuk mencari pertolongan, terlambat mengakses sarana pelayanan kesehatan yang lebih mampu, dan terlambat mendapatkan pertolongan di fasilitas rujukan.
Sehingga, ada 2 hal yang harus dilakukan oleh Tenaga Kesehatan: Mengenali sejak dini potensi Kegawatdaruratan Obstetri dan Mampu bertindak secara cepat saat menghadapinya. Bagaimana melakukannya?
Ikuti LIVE CME ini dan ketahui langsung dari ahlinya tentang:
Langkah-langkah pencegahan Kegawatdaruratan Obstetri pada masa kehamilan, persalinan, maupun saat masa nifas.
Tatalaksana Kegawatdaruratan Obstetri berdasarkan contoh kasus
Hiperemesis Gravidarum, Solusio plasenta, Plasenta previa, Abortus, dan kondisi lain yang potensial menimbulkan Kegawatdaruratan Obstetri
Tentang Pembicara:
dr. Nurida Memorisa Siagian, Sp.OG
Dokter yang akrab di panggil dr. Risa, menamatkan pendidikan Kedokteran Umum di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada tahun 2006, kemudian melanjutkan pendidikan Spesialis Obstetri dan Ginekologi di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan lulus pada tahun 2017. Layanan yang diberikan meliputi konsultasi kehamilan, persalinan normal/caesar, kuretase, kelainan kandungan, USG 2D/4D, inseminasi, KB, gangguan kesuburan, dan vaksin
Direkomendasikan untuk:
Mahasiswa Kesehatan, Dokter Umum, Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Dokter Spesialis, Praktisi Perawat, Asisten Dokter
Alat/bahan yang digunakan:
Laptop/PC/Tablet
Fasilitas:
Diskusi tanya jawab dengan pemateri
Video pembelajaran
Slide presentasi pemateri
E-Sertifikat berpoin SKP IDI
