Angka kematian balita Indonesia akibat Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menempati urutan pertama di Asia Tenggara. Angka tersebut sekitar 22,30% dari total kasus kematian balita di Indonesia. Faktor risiko yang terus mengancam dan terus meningkat seperti polusi udara dan desain lingkungan yang tidak memadai, menambah tantangan bagi Teman Sejawat dalam melakukan penanganan yang tepat dan komprehensif.
Selain itu, ISPA dalam level ringan, dapat ditangani dengan terapi komplementer dan seringkali dilakukan di rumah, perlu menjadi fokus untuk Teman Sejawat dalam memberikan edukasi agar terapi tersebut dilakukan dengan tepat.
Bagaimana melakukannya sesuai dengan panduan terbaru? Dapatkan langsung dari ahlinya melalui LIVE CME berikut ini dengan pembahasan, seperti:
- Langkah diagnosis dan manajemen awal ISPA pada anak
- Terapi (farmakologi & nonfarmakologi) yang sesuai dengan jenis ISPA
- Langkah edukasi dan pencegahan komplikasi ISPA
Tentang Pembicara:
Dr. dr. FX Wikan Indrarto, Sp.A.
Dokter Wikan saat ini aktif menjadi staf pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta. Sempat menjadi pengurus IDI dan IDAI Cabang DIY Yogyakarta, dr. Wikan hingga saat ini masih aktif menjadi kolumnis media cetak untuk bidang kesehatan, kemanusiaan, dan sosial kemasyarakatan.
Bahan belajar:
- Presentasi pembicara
- Pembahasan studi kasus
- Video rekaman
Target Peserta:
Perawat, Dokter Umum, Dokter Spesialis Penyakit Anak, Dokter Spesialis Pulmonologi, Dokter Spesialis THT, Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik, Dokter Spesialis Anestesi, Dokter Spesialis, Kedokteran Keluarga Layanan Primer, Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik, Dokter Spesialis Infeksi Tropis
Alat/bahan yang digunakan:
Laptop/PC/Tablet
Fasilitas:
- Diskusi tanya jawab dengan pemateri
- Video pembelajaran
- Slide presentasi pemateri
- E-Sertifikat berpoin SKP Kemenkes
