sejawat indonesia

Fakta tentang Resistensi Antibiotik

Apakah Resistensi Antibiotik itu? 

Resistensi Antibiotik terjadi ketika antibiotik telah kehilangan kemampuannya untuk secara efektif mengontrol atau membunuh pertumbuhan bakteri; dengan kata lain, bakteri telah “kebal” dan tetap berkembang biak walaupun dengan adanya pengobatan antibiotik.

Bagaimana Resistensi Antibiotik terjadi? 

Beberapa kekebalan terhadap antibiotik terjadi tanpa campur tangan manusia, dimana bakteri sendiri dapat menggunakan antibiotik melawan bakteri lainnya, yang menyebabkan resistensi antibiotik tingkat rendah. Namun, resistensi antibiotik dengan tingkat yang lebih tinggi kini dikaitkan dengan penggunaan berlebihan dan penyalahgunaan antibiotik oleh manusia. Di beberapa negara, bahkan melalui internet, antibiotik dapat dibeli tanpa resep dokter. Pasien terkadang mengkonsumsi antibiotik padahal tidak perlu, seperti dalam mengobati penyakit virus seperti flu.

Bagaimana bakteri menjadi kebal?

Beberapa bakteri secara alami kebal terhadap beberapa jenis antibiotik. Namun, bakteri bisa juga menjadi kebal dengan 2 cara: 1. Dengan mutasi genetik, atau 2. Dengan memperoleh sifat resistensi dari bakteri lain.

Mutasi, perubahan spontan atas materi genetik bakteri yang jarang sekali terjadi; sepertinya terjadi pada 1 dalam 1.000.000 hingga 1 dalam 10.000.000 sel. Mutasi genetika yang berbeda menghasilkan tipe kekebalan yang berbeda pula. Beberapa mutasi memungkinkan bakteri untuk memproduksi enzim yang menonaktifkan antibiotik, sementara mutasi lainnya menghilangkan sel target yang diserang oleh antibiotik. Yang lain menutup jalan masuk yang memungkinkan antibiotik ke dalam sel, dan yang lainnya memproduksi mekanisme pemompaan yang mengeluarkan antibiotik kembali keluar hingga tidak pernah mencapai target selnya.

resistensi antibiotik-1

Bakteri dapat memperoleh resistensi antibiotik dari bakteri lain dalam beberapa cara. Dengan menjalani proses kawin sederhana yang dinamakan “konjugasi”, bakteri dapat mentransfer materi genetik, termasuk gen yang menyandi kekebalan terhadap antibiotik (ditemukan pada plasmid dan transposon) dari satu bakteri ke bakteri lainnya. Virus adalah mekanisme lain untuk mengedarkan sifat resisten antar bakteri. Sifat resistensi dari satu bakteri terdapat dalam bagian kepala virus. Virus tersebut lalu menyuntikkan sifat resistensi ke setiap bakteri baru yang diserang olehnya. Bakteri juga memiliki kemampuan untuk menyedot DNA bebas dari lingkungannya.

Setiap bakteri yang memperoleh gen resistensi, baik itu dengan cara mutasi spontan, ataupun pertukaran genetik dengan bakteri lain, memiliki kemampuan untuk menjadi kebal terhadap satu atau lebih antibiotik. Karena bakteri dapat mengumpulkan beberapa jenis sifat kekebalan seiring waktu, mereka dapat menjadi kebal terhadap beberapa jenis antibiotik.

Dapatkah bakteri kehilangan Resistensi Antibiotiknya?

Ya, sifat resistensi antibiotik dapat hilang, tapi proses menghilangkannya terjadi lebih lambat. Jika tekanan tertentu yang diterapkan oleh adanya antibiotik dihapus, populasi bakteri dapat berpotensi untuk kembali ke populasi bakteri yang merespon antibiotik.

Tags :
Artikel sebelumnya5 Vitamin Terbaik Penghilang Stres
Artikel selanjutnyaPara Neurosaintis Mengungkap Transporter Dopamin

Event Mendatang

Komentar (0)
Komentar

Log in untuk komentar