18 Resistensi Antimikroba Paling Mengancam

Mikroba kebanyakan tidak berbahaya dan bahkan dapat bermanfaat untuk beberapa organisme hidup. Namun beberapa diantara mereka dapat menyebabkan penyakit pada manusia, hewan, dan tumbuhan. Semua jenis mikroba memiliki kemampuan untuk mengembangkan resistensi terhadap obat yang dibuat untuk menghancurkan mereka. Berikut 18 daftar mikroba yang paling mengancam manusia saat ini, dibagi menjadi tiga jenis sesuai dengan tingkat ancamannya: ancaman mendesak, ancaman serius, dan ancaman memprihatinkan.

Ancaman Mendesak

Bakteri berikut merupakan ancaman yang berkonsekuensi tinggi akibat resistensi terhadap antibiotik, oleh karena resiko signifikan yang diakibatkannya. Bakteri-bakteri yang merupakan ancaman mendesak ini mempunyai potensi untuk menyebar secara luas dan oleh karena itu membutuhkan perhatian mendesak untuk identifikasi infeksinya dan untuk membatasi transmisinya.

  1. Clostridium difficile Clostridium difficile (C. Difficile) menyebabkan diare yang mengancam nyawa. Infeksi ini biasanya terjadi pada orang yang baru saja berobat dan mengkonsumsi antibiotik. Biasanya, infeksi difficile terjadi pada pasien rawat inap atau baru saja dirawat inap. C. Difficile adalah flora normal dari kolon. Gangguan terhadap bakteri ini menyebabkan kolitis, akibat lepasnya tiksin yang menyebabkan inflamasi dan kerusakan terhadap mukosa kolon. Situasi ini terjadi akibat terapi antibiotik yang mengganggu flora normal pada kolon.
  2. Enterobacteriaceae yang resisten terhadap karbapenem (CRE) Enterobacteriaceae adalah sebuah famili bakteri gram-negatif yang sulit untuk diterapi karena tingginya level resistensi antibiotik pada famili ini. Klebsiella dan Escherichia coli (E. coli) adalah contohnya. Pasien yang membutuhkan peralatan seperti ventilator pernapasan, kateter urin, atau kateter intravena, dan pasien yang mengkonsumsi antibiotik jangka panjang sangatlah rentan terhadap infeksi ini. CRE telah menjadi resisten terhadap hampir seluruh antibiotik yang ada hari ini. Hampir setengah dari pasien rawat inap yang mendapatkan infeksi pada peredaran darah dari CRE meninggal akibat infeksi tersebut.
  3. Neisseria gonorrhoeae Neisseria gonorrhoeae menyebabkan gonore, penyakit menular seksual yang menimbulkan keluarnya cairan dan inflamasi di uretra, serviks, faring, atau rektum. Gonore telah menjadi resisten terhadap obat yang semestinya mengobatinya: sulfonilamid, penisilin, tetrasiklin, dan fluoroquinolon. Golongan antibiotik terakhir yang efektif untuk tatalaksana gonore adalah golongan sefalosporin.

Ancaman Serius

Mikroba berikut adalah ancaman serius. Untuk beberapa alasan, mikroba di bawah ini tidak dianggap sebagai ancaman mendesak, namun mikroba ini dapat memburuk dan menjadi ancaman mendesak tanpa adanya pengawasan dan aktivitas pencegahan.

  1. Acinetobacter yang resisten multi-obat Acinetobacter adalah jenis bakteri gram-negatif yang menyebabkan pneumonia atau infeksi pada peredaran darah pada pasien yang sakit kritis. Banyak dari bakteri jenis ini yang telah menjadi sangat resisten terhadap antibiotik.
  2. Campylobacter Campylobacter biasanya menyebabkan diare yang berdarah, demam, nyeri abdomen, dan terkadang menyebabkan komplikasi yang serius seperti paralisis sementara.
  3. Candida yang resisten terhadap flukonazol Candida adalah genus yang menyebabkan candidiasis. Terdapat lebih dari 20 jenis jamur Candida yang dapat menyebabkan infeksi pada manusia. Jenis yang paling sering adalah Candida albicans. Jamur Candida biasanya hidup di permukaan kulit dan membran mukosa tanpa menyebabkan infeksi. Walau begitu, pertumbuhan berlebihan dari mikroba ini dapat menyebabkan munculnya gejala. Gejala dari candidiasis bervariasi tergantung dari area tubuh yang terinfeksi.
  4. Enterobacteriaceae yang memproduksi Extended-spectrum β-lactamase Extended-spectrum β-lactamase adalah sebuah enzim yang membuat bakteri menjadi resisten terhadap jenis penisilin dan sefalosporin. Bakteri yang mengandung enzim ini dikenal sebagai ESBLs atau bakteri yang memproduksi ESBL. Enterobacteriaceae yang memproduksi ESBL resisten terhadap antibiotik – antibiotik kuat termasuk sefalosporin berspektrum luas.
  5. Enterococcus yang resisten terhadap vancomycin (VRE) Enterococcus menyebabkan banyak penyakit, kebanyakan pada pasien yang sedang menjalani perawatan kesehatan, termasuk infeksi pada peredaran darah, infeksi luka operasi, dan infeksi saluran kemih.
  6. Pesudomonas aeruginosa yang resisten multi-obat Pseudomonas aeruginosa adalah infeksi terakait pelayanan kesehatan yang umum terjadi termasuk pneumonia, infeksi peredaran darah, infeksi saluran kemih, dan infeksi luka operasi.
  7. Salmonella non-tifoid Salmonella non-tifoid biasanya menyebabkan diare (terkadang diare berdarah), demam, dan nyeri abdomen. Beberapa infeksi tersebar ke pembuluh darah dan dapat menyebabkan komplikasi yang mengancam nyawa.
  8. Salmonella typhii Salmonella typhii menyebabkan penyakit infeksi demam tifoid, penyakit yang mempunyai potensi untuk mengancam nyawa. Orang dengan tifoid biasanya mengalami demam tinggi, nyeri perut, dan nyeri kepala. Demam tifoid dapat menyebabkan perforasi usus, syok, dan kematian.
  9. Shigella Shigella biasanya menyebabkan diare yang berdarah, demam, dan nyeri perut. Terkadang dapat menyebabkan komplikasi serius seperti artiritis reaktif. Kelompok yang beresiko tinggi termasuk anak-anak, orang yang tidak mencuci tangan secara adekuat atau mempunyai kebiasaan yang tidak higienis., dan laki-laki yang berhubungan seksual dengan sesama jenis.
  10. Staphylococcus aureus yang resisten terhadap Methicillin (MRSA) MRSA menyebabkan banyak penyakit, mulai dari kulit, infeksi pada luka, sampai pneumonia dan infeksi pada peredaran darah yang dapat menyebabkan sepsis dan kematian. Bakteri Staphylococcus, termasuk MRSA, adalah salah satu infeksi terkait pelayanan kesehatan yang paling sering terjadi.
  11. Streptococcus pneumonia Streptococcus pneumonia ( Pneumonia atau pneumococcus) adalah penyebab utama dari pneumonia bakterial dan meningitis di Amerika Serikat. Bakteri ini juga salah satu kausa utama dari infeksi pada peredaran darah, juga infeksi telinga dan sinus.
  12. Tuberculosis Tuberculosis (TB) adalah salah satu diantara penyakit infeksius yang tersering dan penyebab kematian tersering di seluruh dunia. TB disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis (M. tuberculosis) dan penyebarannya terjadi melalui perantara udara. tuberculosis dapat mengenai bagian tubuh manapun, tapi penyakit ini paling sering ditemukan pada paru-paru. Pada umumnya, penyakit ini dapat diterapi dengan obat-obatan TB lini pertama; walau begitu, pada beberapa kasus, M. tuberculosis dapat menjadi resisten terhadap satu atau lebih obat yang terapinya. TB yang resisten terhadap obat adalah sangat menantang dalam terapinya – terapi dapat menjadi kompleks dan membutuhkan lebih banyak waktu dan obat yang loebih mahal yang biasanya mempunyai lebih banyak efek samping. Extensively drug-resistant TB (XDR TB) adalah jenis TB yang resisten terhadap hampir semua jenis obat TB; yang berarti pasien pengiudap TB akan mendapatkan pilihan terapi yang kurang efektif. Faktor utama yang menyebabkan reistensi terhadap obat TB adalah pemberian terapi yang tidak selesai atau salah, suplai obat yang kurang, dan kurangnya obat baru.

Ancaman Memprihatinkan

Bakteri-bakteri berikut adalah mereka yang memiliki level resistensi terhadap antibiotik yang relatif rendah, dan/atau terdapat pilihan yang beragam untuk tatalaksana infeksi resistensinya. Patogen bakteri ini menyebabkan beberapa jenis penyakit. Ancaman dalam kategori ini membutuhkan pengawasan dan dalam beberapa kasus, membutuhkan respon cepat terhadap tiap insiden atau outbreak.

  1. Staphylococcus aureus yang resisten terhadap vancomycin Staphylococcus aureus adalah jenis bakteri yang ditemukan pada permukaan kulit. Pada prosedur medis ketika pasien membutuhkan kateter atau ventilator atau menjalani prosedur pembedahan, Staphylococcus dapat masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan infeksi. Saat Staphylococcus aureus menjadi resisten terhadap vancomycin, terdapat beberapa pilahan terapi yang tersedia karena bakteri yang teridentifikasi saat ini juga resisten terhadap methicillin dan golongan antibiotik lainnya.
  2. Streptococcus grup A (GAS) yang resisten terhadap eritromisin. GAS menyebabkan banyak penyakit, termasuk faringitis, sindrom syok toksik streptococcus, necrotizing fasciitis, demam scarlet, demam rematik, dan infeksi kulit seperti impetigo.
  3. Streptococcus grup B (GBS) yang resisten terhadap klindamisin GBS adalah jenis bakteri yang dapat menyebabkan beberapa penyakit pada semua umur, mulai dari infeksi pada peredaran darah (sepsis) dan pneumonia sampai meningitis dan infeksi kulit.

Sumber: CDC.gov

Tags :
Artikel sebelumnya5 Vitamin Terbaik Penghilang Stres
Artikel selanjutnyaGen Mcr-1 : Ancaman Serius Terhadap Antibiotik Lini Terakhir

Event Mendatang

Komentar (0)
Komentar

Log in untuk komentar