sejawat indonesia

Terapi Jalan Kaki Hingga Berenang Pada Pasien Nyeri Punggung Bawah

Nyeri punggung bawah (NPB) merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang insidennya paling banyak dijumpai pada usia 45-60 tahun. Dialami oleh hampir 70% orang di negara maju dan termasuk dalam sepuluh penyakit dengan prevalensi tinggi di dunia. Berdasarkan jenis kelamin, prevalensi pada laki-laki sebesar 9,6% lebih tinggi daripada perempuan yaitu 8,7%. Di Indonesia, meskipun tidak terdapat data yang menunjukkan prevalensi nyeri punggung bawah secara jelas tetapi penyakit sendi berdasarkan diagnosis atau gejala menurut Riskedas tahun 2013 adalah 24,7%. Berdasarkan jenis kelamin, prevalensi pada perempuan 27,5% lebih tinggi dari laki-laki 21,8%. Pada penderita dewasa tua, nyeri punggung bawah mengganggu aktivitas sehari-hari pada 40% penderita dan menyebabkan gangguan tidur pada 20%. Penderita akan mencari pertolongan medis, dan 25% diantaranya perlu rawat inap untuk evaluasi lebih lanjut. Beberapa faktor risiko yang meningkatkan seseorang mengalami HNP adalah karena usia, trauma, pekerjaan, serta jenis kelamin. Usia menjadi salah satu faktor utama terjadinya HNP karena annulus fibrosus lama kelamaan akan hilang elastisitasnya, sehingga menjadi kering dan keras serta menyebabkan annulus fibrosus mudah berubah bentuk dan ruptur. Trauma seperti jatuh dapat meningkatkan stres terhadap columna vertebralis. Pekerjaan yang sering mengangkat barang berat dan cara mengangkat yang salah juga menjadi faktor risiko. Dan yang terakhir, gender pria lebih sering terkan HNP dibanding wanita (2:1), karena pekerjaan dan aktivitas yang dilakukan pria cenderung aktivitas fisik yang melibatkan columna vertebralis. Penyebab NPB bisa diakibatkan karena kelainan musculoskeletal, sistem saraf, vaskuler, visceral, dan psikogenik. Namun, salah satu penyebab yang paling sering dari NPB adalah Hernia Nukleus Pulposus. Hernia Nukleus Pulposus (HNP) merupakan suatu gangguan yang melibatkan ruptur anulus fibrosus sehingga nukleus pulposus menonjol (bulging) dan menekan ke arah kanalis spinalis, dimana bantalan lunak diantara ruas-ruas tulang belakang (soft gel disc atau Nukleus Pulposus) mengalami tekanan dan pecah, sehingga terjadi penyempitan dan terjepitnya urat-urat saraf yang melalui tulang belakang. Saraf terjepit lainnya di sebabkan oleh keluarnya nukleus pulposus dari diskus melalui robekan annulus fibrosus keluar menekan medullas spinalis atau mengarah ke dorsolateral menekan saraf spinalis sehingga dapat menimbulkan rasa nyeri yang hebat. Karena nyeri merupakan keluhan subjektif, maka informasi langsung dari pasien merupakan standar untuk melakukan penilaian. Informasi yang diperoleh dari pasien harus mencakup kondisi saat ini (onset, pola, dan perjalanan penyakit), lokasi (lokasi primer dan pola penyebaran nyeri), kualitas, faktor-faktor yang memperberat atau meringankan nyeri, dan beratnya (biasanya diukur dengan verbal rating scale, misal, ringan-sedang-berat, atau dengan skala numerik 0-10). Penanganan HNP dapat dilakukan dengan terapi fisik pasif yang biasanya digunakan untuk mengurangi nyeri punggung bawah akut seperti mengompres hangat/dingin untuk mengurangi spasme otot dan inflamasi. Atau metode pemberian steroid melalui kulit yang menimbulkan efek anti inflamasi pada daerah yang menyebabkan nyeri. Selain itu, terapi fisik pasif yang dapat diberikan pada pasien dengan HNP adalah unit Transcutaneous Electrical Nerve Stimulator serta penerapan ultrasound yang berguna dalam menghilangkan serangan nyeri akut dan dapat mendorong terjadinya penyembuhan jaringan. Pada pasien HNP, berat badan yang berlebih juga harus diturunkan karena akan memperberat tekanan ke punggung bawah. Program diet dan latihan penting untuk mengurangi NPB pada pasien yang memiliki berat badan berlebihan. Pasien direkomendasikan untuk memulai latihan ringan tanpa stres bisa dimulai dengan endurance exercise yang memberi tingkat stress minimal pada punggung seperti berjalan kaki, naik sepeda, hingga berenang pada minggu kedua setelah pasien dinyatakan mengidap NPB. Kemudian dilanjutkan dengan conditional exercise yang bertujuan untuk memperkuat otot punggung dimulai sesudah dua minggu karena bila dimulai pada awal mungkin akan memperberat keluhan pasien.  
Sumber:
  • Hubungan Antara Derajat Hernia Nukleus Pulposus (Hnp) Dengan Derajat Nyeri Punggung Bawah Di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar. Andi Wahyuliana Yusuf, 2017.
  • Bahan Ajar 4: Hernia Nucleus Pulposus. 2016.
Tags :
Artikel sebelumnya5 Vitamin Terbaik Penghilang Stres
Artikel selanjutnyaStrategi Pengendalian Arthritis Menuju Kemandirian Fungsional yang Maksimal

Event Mendatang

Komentar (0)
Komentar

Log in untuk komentar