sejawat indonesia

Bagaimana Suplementasi Vitamin C Dalam Meningkatkan Kualitas Sperma?

Secara garis besar 1 dari 5 pasangan mengalami kesulitan dalam memiliki keturunan. Di Amerika serikat, terhitung setidaknya 6 juta pasangan yang mengalami infertilitas. Prevalensi infertilitas ini, 40% disebabkan oleh perempuan yang infertil, 40% disebabkan oleh laki-laki yang infertil, dan sisanya 20% tidak diketahui penyebabnya. World Health Organization (WHO) telah menetapkan definisi infertilitas sebagai tidak adanya kehamilan setelah 1 tahun berhubungan rutin tanpa menggunakan proteksi atau penyakit reproduksi. Spermatogenesis merupakan proses replikasi yang sangat aktif, dapat menghasilkan hingga 1000 sel sperma/detik. Proses replikasi yang cepat ini memerlukan oksigen yang banyak dari mitokondria. Pada tahun 2010 WHO telah mengeluarkan kualitas sperma yang normal (tabel 1). Beberapa antioksidan diketahui dapat bermanfaat pada pasien laki-laki infertil seperti vitamin C, vitamin E, glutation, dan koenzim Q10. Jika dibandingkan dengan klomifen sitrat, vitamin C lebih disukai dan merupakan alternatif yang lebih murah dalam tatalaksana infertilitas pada pria. Laki-laki yang kekurangan vitamin C dapat menyebabkan terjadinya kerusakan genetik pada sperma yang menyebabkan cacat lahir pada keturunannya.
 
Variabel Nilai normal
Volume ejekulasi > 1.5 ml
Konsentrasi sel sperma > 15 juta/ml
Total jumlah sperma > 39 Jura
Motilitas sperma > 32%
Morfologi sperma > 4 %
Fragmen DNA sperma < 30%
Sel non sperma < 1 juta/ml
Tabel 1. Analisa sperma normal pada manusia   Vitamin C (asam askorbat) merupakan antioksidan esensial yang dapat melindungi sel tubuh dari stres oksidatif dan radikal bebas. Vitamin C merupakan salahsatu antioksidan yang banyak terkandung dalam cairan semen lelaki fertil, dan  berfungsi dalam menjaga kesehatan sperma melalui proteksi komponen DNA sperma dari kerusakan akibat radikal bebas. Kebanyakan lelaki yang mengalami infertil disebabkan oleh spermatogenesis yang terganggu akibat stres oksidatif. Antioksidan dapat melindungi sel germinal dari kerusakan oksidatif. kerusakan oksidatif juga dikaitkan dengan menurunnya motilitas sperma, dan kemampuan sel sperma dalam berfusi dengan oosit. Setelah terpapar dengan ROS (reactive oxygen species) membran sel sperma akan menjadi kaku dan terjadi kerusakan pada membran sel sperma. Terapi dengan antioksidan dapat mencegah membran sel sperma dari kerusakan akibat lipoproksidasi dan juga mencegah kerusakan DNA dan mutasi pada sel sperma. Stres oksidatif ini dapat dicegah dengan suplementasi vitamin C. Sebuah penelitian menemukan bahwa pemberian vitamin C dapat melindungi sel sperma dari kerusakan oksidatif, dan meningkatkan kualitas sperma pada sampel laki-laki perokok. vitamin ini juga efektif dalam mengobati aglutinasi sperma yaitu suatu kondisi yang menyebabkan sel-sel sperma berlekatan satu sama lain. Konsumsi vitamin C dengan dosis 1 gram perhari dengan dosis teratur dapat mengobati aglutinasi sperma pada laki-laki infertil. Sebuah penelitian yang menggunakan sampel sebanyak 13 pasien laki-laki infertil yang diberikan suplementasi vitamin C sebanyak 2000 mg/hari selama 2 bulan. Dari hasil penelitian didapatkan hasil yang signifikan dalam peningkatan jumlah sel sperma, motilitas sperma, dan morfologi normal sperma. Namun hal ini agak berbeda dengan studi yang dilakukan oleh Bahara (2016) yang membandingkan antara suplementasi vitamin C dan intervensi olahraga dalam menurunkan berat badan pada pasien dengan obesitas. Dari studi ini didapatkan kesimpulan bahwa penurunan berat badan secara spesifik meningkatkan volume semen, konsentrasi sel sperma, mobilitas sperma, dan meningkatkan morfologi normal sperma. Sedangkan suplementasi vitamin C meningkatkan konsentrasi dan mobilitas sperma namun volume semen dan morfologi normal sperma tidak berubah secara signifikan. Sebuah studi yang sama dilakukan juga oleh eskenazi dkk dengan menggunakan sampel 97 laki-laki yang fertil dan menemukan bahwa intake vitamin C dapat meningkinkan konsentrasi sperma dan motilitas sperma.      
Referensi :
- Akmal M, Qadri JQ, Noori S. Improvement in Human Semen Quality After Oral Supplementation of Vitamin C. Journal of Medical Food. 2006
- Rafiee B, Hossein M, Rahimi N. Comparing the Effectiveness of Dietary Vitamin C and Exercise Interventions on Fertility Parameters in Normal Obese Men. Sexual dysfunction journal. 2016
Tags :
Artikel sebelumnya5 Vitamin Terbaik Penghilang Stres
Artikel selanjutnyaEfektivitas Blok Saraf Pada Nyeri Kepala

Event Mendatang

Komentar (0)
Komentar

Log in untuk komentar