Dapatkan berita dan informasi terkini Dunia Kedokteran, panduan klinis terbaru, ulasan hasil penelitian, dan opini para ahli melalui artikel Sejawat Indonesia.
Melihat dari perkembangan Omicron saat ini, mungkinkah kita mengukur seperti apa varian SARS-COV-2 selanjutnya? Atau mungkinkah Omicron menjadi yang terakhir?
SelengkapnyaMIS-C dilaporkan terjadi 2 hingga 6 minggu setelah terinfeksi SARS-CoV-2 yang ditandai dengan demam persisten dan gejala nonspesifik,
SelengkapnyaCovid-19 menjadi pemain baru dalam Acute respiratory distress syndrome (ARDS). Dengan karakteristik yang berbeda, tentu membutuhkan diagnosis dan penanganan yang berbeda pula.
SelengkapnyaOmicron menjadi varian kelima setelah Alpha, Beta, Gamma, dan Delta yang menjadi Variant of Concern (VoC) dari SARS-CoV-2, virus penyebab Covid-19. Setelah dilaporkan pertama kali di Afrika Selatan pada November lalu, dan kini mulai menyebar luas di Indonesia, beberapa fakta tentang varian terbaru i ...
SelengkapnyaSalah satu misteri terbesar dari Covid-19 adalah tingkat keparahannya yang berbeda. Beberapa pasien mengalami efek ringan dan singkat, sementara pada pasien lain, efeknya bisa sangat buruk dan lama.
SelengkapnyaMekanisme terjadinya aritmia pada pasien COVID-19 masih belum sepenuhnya dipahami, namun penyebab terjadinya ini diperkirakan multifaktorial. Apa saja faktor-faktor tersebut?
SelengkapnyaDalam penelitian yang dilakuakan oleh Ganxiao Chen et al, menemukan bahwa hipertensi merupakan sekuel dari infeksi SARS-CoV-2. Meskipun sejumlah penelitian tentang COVID-19 telah dilaporkan, hanya ada sedikit yang memberikan hasil tentang sekuel penyakit ini, hal ini dikarenakan karena kurangnya tin ...
SelengkapnyaTelerehabilitasi menjadi jawaban untuk perawatan stroke yang lebih personal, apalagi di masa pandemi. Seperti apa mekanismenya?
SelengkapnyaRNA virus SARS-CoV-2 yang ditemukan pada air susu tidak mengandung virus yang bisa bereplikasi dan sangat kecil kemungkinan untuk menginfeksi bayi baru lahir.
SelengkapnyaIvermectin yang merupakan anti parasit, kembali populer sebab pernah dianjurkan sebagai obat Covid 19. Namun, benarkah obat ini efektif mengobati pasien Covid-19?
Selengkapnya